Putus Rantai Stunting, PPA Site BIB Bangun Awareness dan Lakukan Intervensi Gizi di Tanah Bumbu

Melihat stunting masih menjadi salah satu tantangan dalam mendukung tumbuh kembang dan kualitas generasi masa depan, PT Putra Perkasa Abadi (PPA) Site BIB berkolaborasi dengan Puskesmas Girimulya, Kecamatan Kuranji, Kabupaten Tanah Bumbu, Kalimantan Selatan, menjalankan program Corporate Social Responsibility (CSR) bertajuk “Langkah Bersama Ciptakan Generasi Bebas Stunting”.

Kegiatan yang dilaksanakan pada 29 Juli 2026 tersebut menjadi bagian dari rangkaian peringatan Hari Anak Nasional 2026. Melalui program ini, PPA tidak hanya mendorong peningkatan kesadaran masyarakat mengenai stunting, tetapi juga menghadirkan intervensi gizi dan pemeriksaan kesehatan bagi ibu hamil serta balita di sekitar wilayah operasional perusahaan.

Program ini sejalan dengan upaya pemerintah dalam mempercepat penurunan angka stunting di Kabupaten Tanah Bumbu. Pelaksanaannya melibatkan Puskesmas Girimulya serta didukung RSUD dr. H. Andi Abdurrahman Noor sebagai bagian dari sinergi dengan Dinas Kesehatan Kabupaten Tanah Bumbu.

Sebelum pelaksanaan program, dilakukan pendataan di tujuh desa, yakni Desa Giri Mulya, Indra Loka Jaya, Karang Intan, Kuranji, Mustika, Ringkit, dan Waringin Tunggal. Dari hasil pendataan tersebut, teridentifikasi 33 ibu hamil, khususnya yang mengalami Kekurangan Energi Kronis (KEK), serta 35 balita yang terindikasi mengalami stunting dalam kategori faltering growth atau pertumbuhan yang tidak sesuai dengan tahapan usianya.

Head Department HCGA PPA Site BIB Noor Akhmad mengatakan, keterlibatan perusahaan dalam program ini merupakan bentuk kepedulian terhadap kesehatan masyarakat sekaligus upaya bersama untuk mendukung tumbuh kembang generasi penerus di sekitar wilayah operasional.

“Program CSR pilar kesehatan ini merupakan wujud sinergi dan kepedulian bersama dalam mendukung tumbuh kembang anak agar sehat dan optimal. Kami berharap kolaborasi dengan tenaga kesehatan, pemerintah daerah, dan masyarakat ini dapat terus berjalan secara berkelanjutan sehingga memberikan manfaat yang semakin luas bagi masyarakat,” ujar Noor Akhmad.

Upaya pencegahan stunting dalam program ini dilakukan dengan pendekatan yang dimulai sejak 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK), termasuk sejak masa kehamilan. PPA bersama tenaga kesehatan memberikan edukasi kepada ibu hamil dan orang tua balita melalui Kelas Edukasi “Bunda Cerdas, Anak Sehat”.

Dalam kelas tersebut, peserta mendapatkan pemahaman mengenai pola makan, pola asuh, serta penerapan sanitasi dan perilaku hidup sehat. Edukasi juga melibatkan dokter anak, ahli gizi, dan dokter spesialis obstetri dan ginekologi (Obgyn), sehingga para peserta dapat berkonsultasi langsung mengenai kondisi kehamilan maupun tumbuh kembang anak.

Selain edukasi, PPA memberikan intervensi gizi melalui paket “Langkah Sehat Bersama”. Bantuan tersebut berupa makanan pendamping air susu ibu (MPASI) kaya protein bagi balita yang terindikasi mengalami stunting serta suplemen nutrisi bagi ibu hamil, khususnya yang mengalami KEK.

Untuk memperkuat upaya deteksi dan penanganan sejak dini, PPA bersama Puskesmas Girimulya juga menghadirkan Posko Pemeriksaan dan Konseling Gizi gratis. Layanan ini mencakup pemeriksaan pertumbuhan anak serta konsultasi gizi bagi ibu hamil dan orang tua balita.

Apabila dari hasil pemeriksaan ditemukan kondisi yang membutuhkan pemeriksaan atau penanganan lebih lanjut, ibu hamil maupun balita akan mendapatkan rujukan untuk pemeriksaan lanjutan di RSUD dr. H. Andi Abdurrahman Noor.

PPA berkomitmen menjadikan program ini sebagai bagian dari upaya berkelanjutan dalam mendukung peningkatan kualitas kesehatan masyarakat di sekitar wilayah operasional. Melalui kolaborasi dengan instansi kesehatan, pemerintah daerah, dan masyarakat, PPA akan terus mendorong berbagai inisiatif dan inovasi CSR yang memberikan manfaat nyata dan mendukung kesejahteraan masyarakat.

Share