
PT Putra Perkasa Abadi (PPA) meraih penghargaan atas komitmennya terhadap penerapan prinsip keberlanjutan dan pengelolaan lingkungan melalui raihan penghargaan dalam ajang Indonesia Green Awards 2026. Penghargaan ini diselenggarakan oleh La Tofi School of Social Responsibility dan diikuti oleh berbagai perusahaan dari beragam sektor industri di Indonesia.
Dalam ajang tersebut, PPA Site Borneo Indobara (BIB) meraih Medal Score Certificate La Tofi ESG Rating dengan nilai 85,46 yang mencerminkan kinerja positif perusahaan dalam aspek lingkungan, sosial, dan tata kelola (ESG) dengan Section Head HCGA PPA Site BIB, Shelvy Setia Innda diakui sebagai The Best Sustainability Leader, atas perannya dalam mendorong implementasi program keberlanjutan yang berdampak nyata.
Selain itu, PPA juga berhasil meraih Piala Peringkat Platinum Alignment Risk High – Action High melalui program CSR unggulan PPA Site BIB bertajuk “Pilah Sampah Plastik Jadi Bermanfaat dan Berkah”, yang masuk dalam kategori Penanganan Sampah Plastik dan Ekonomi Sirkular.
“Program ini adalah bentuk komitmen nyata dari PT Putra Perkasa Abadi terhadap lingkungan sekaligus menjalankan aturan UU Nomor 32 Tahun 2009 tentang perlindungan dan pengelolaan lingkungan hidup, dengan sasaran utama karyawan dan masyarakat luas, dapat terjadi peningkatan kesadaran terhadap kebersihan lingkungan, terjadi pengurangan volume sampah terutama jenis sampah anorganik/ plastik, serta terbangunnya budaya memilah dan mendaur ulang sampah di kalangan karyawan perusahaan dan masyarakat luas,” ujar Noor Akhmad dari Dept Head HCGA Site BIB.
Program ini merupakan inisiatif pengelolaan sampah plastik yang dilaksanakan secara terintegrasi antara internal perusahaan, Dinas Lingkungan Hidup UPTD Pengelolaan Sampah, Bank sampah Induk (BSI) lokal Bang Julpikar’s, peserta komunitas aksi Clean Youth Movement dan masyarakat sekitar wilayah operasional.
Implementasi program dilakukan melalui berbagai tahapan, mulai dari pemilahan sampah anorganik, pembentukan dan penguatan bank sampah, hingga pemanfaatan cacahan plastik sebagai material konstruksi alternatif, seperti pengganti batu split untuk pengecoran pedestrian dan pondasi. Selain itu, program ini juga dilengkapi dengan skema tukar sampah plastik dengan sembako, yang memberikan manfaat langsung bagi masyarakat.
Tujuan utama dari program ini adalah untuk meningkatkan kesadaran akan pentingnya pemilahan sampah plastik sejak dari sumbernya, mengurangi volume sampah plastik yang berakhir di Tempat Pemprosesan Akhir (TPA), mendorong pemanfaatan sampah plastik yang memiliki nilai ekonomis, serta membangun budaya pengelolaan sampah yang berkelanjutan.
Dalam kurun waktu enam bulan pelaksanaan, program ini berhasil mengumpulkan sekitar 289,3 kilogram sampah botol plastik dari internal perusahaan dan total 2,2 ton sampah di Kusan Hilir, Kalimantan Selatan. Sampah plastik tersebut selanjutnya diolah menjadi material bernilai guna untuk mendukung berbagai aktivitas konstruksi dan kebutuhan lainnya. Capaian ini turut berkontribusi dalam mengurangi timbulan sampah plastik yang dibuang ke TPA Tanah Bumbu, sekaligus memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat melalui mekanisme penukaran sampah dengan kebutuhan pokok.
(Baca juga Kolaborasi PPA, DLH dan Local Heroes:Masyarakat Tukar 2,2 Ton Sampah dengan Sembako di Tanah Bumbu )
Melalui program CSR ini, PPA dinilai berhasil menunjukkan komitmen nyata dalam pengelolaan lingkungan. Program ini tidak hanya efektif dalam menekan laju timbulan sampah plastik, tetapi juga mampu menghadirkan dampak sosial dan ekonomi yang berkelanjutan bagi masyarakat dan karyawan dan mendukung program yang dicanangkan Kementerian LIngkungan Hidup terkait target 30% pengurangan sampah, berbasis masyarakat.
PPA berkomitmen untuk terus mengembangkan dan mereplikasi program-program keberlanjutan yang inovatif, sebagai bagian dari upaya perusahaan dalam mendukung pembangunan berkelanjutan serta menciptakan nilai bersama bagi seluruh pemangku kepentingan.