Sinergi ERT PPA dan PT SKS, Sigap Tangani Kebakaran Hutan & Lahan di Kalimantan Tengah


Emergency Response Team (ERT) PT Putra Perkasa Abadi (PPA) Site SKS diterjunkan ke lokasi kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) yang terjadi di wilayah Desa Parempei, Kecamatan Rungan, Kabupaten Gunung Mas, Kalimantan Tengah pada Sabtu (29/08). 

Penanganan Karhutla dilakukan melalui sinergi antara PT Putra Perkasa Abadi, PT Surya Kalimantan Sejati, dan PT SKS Listrik Kalimantan dengan melibatkan ERT dan pihak-pihak terkait di lapangan. Sebelum melakukan penanganan, tim terlebih dahulu melaksanakan koordinasi dan asesmen untuk mengidentifikasi kondisi serta luasan area terdampak, menentukan titik api, dan memetakan akses menuju lokasi kebakaran. Berdasarkan hasil asesmen tersebut, tim kemudian melakukan upaya pemadaman pada titik-titik api yang masih aktif dengan mengoptimalkan sumber daya dan peralatan yang tersedia. Setelah api berhasil dikendalikan, penanganan dilanjutkan dengan proses pendinginan untuk memastikan area terdampak berada dalam kondisi aman serta meminimalkan potensi munculnya kembali titik api. Seluruh rangkaian kegiatan dilakukan secara terkoordinasi dengan tetap memperhatikan aspek keselamatan personel dan kondisi lingkungan di sekitar lokasi. 

Dalam pelaksanaannya, tim menghadapi sejumlah tantangan teknis, di antaranya keterbatasan sumber air akibat kondisi sungai yang mengering selama musim kemarau, akses menuju beberapa titik kebakaran yang sulit dijangkau kendaraan Water Tank (WT), serta karakteristik lahan yang beragam. Kondisi lahan gambut, khususnya, membutuhkan volume air yang lebih besar dan penanganan secara khusus untuk memastikan api benar-benar padam dan mencegah potensi munculnya kembali titik api. 

Tim akan tetap siaga hingga akhir musim kemarau, sesuai dengan Surat Direktur Teknik dan Lingkungan Mineral dan Batubara/Kepala Inspektur Tambang Nomor B-4930/MB.07/DBT.KP/2026 tanggal 20 Mei 2026 perihal Peningkatan Kewaspadaan dan Antisipasi Potensi Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) Tahun 2026.

Berdasarkan data dari Dinas Kesehatan provinsi Kalimantan Tengah, hingga kini kasus Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) di Kalimantan Tengah telah mencapai sekitar 66.000 kasus. Menyikapi hal ini, Aditya Anggara selaku Section Head (Safety, Health & Environment) SHE PPA Site SKS menghimbau agar warga senantiasa waspada. 

“Seluruh karyawan, keluarga, dan masyarakat di sekitar wilayah operasional diimbau untuk senantiasa menjaga kesehatan dan meningkatkan kewaspadaan terhadap kondisi kualitas udara. Semakin banyak titik kebakaran yang terjadi, semakin besar pula potensi memburuknya kualitas udara. Kami berharap sinergi antara ERT PPA dan PT SKS dapat terus berkontribusi dalam upaya penanganan dan pemadaman karhutla, sekaligus mendukung keselamatan serta kesehatan masyarakat,” ujar Aditya.

Hingga Senin (31/8), ERT yang bertugas masih terus memantau sejumlah titik yang berpotensi tinggi terjadi Karhutla di sekitar area kerja perusahaan, termasuk kawasan hutan terdekat dan area permukiman warga, guna mengantisipasi meluasnya dampak kebakaran.

Share